Skip to main content

Please, Staying For me! #Chapter 5 ~Aku menyerah *END* ~

“Aku seakan bergerak, tapi nyata nya aku diam, sasuke! Kau membuat ku lelah sebelum melakukan apa pun” Sasuke menelan ludahnya dalam, menatap sakura dengan tatapan… entahlah, tatapan yang sulit diartikan.
“SAKURA!” bentak sasuke spontan. Sikap gadis cantik itu benar-benar memojokkannya.
“KAU MEMBUATKU KECEWA SAKURA! SANGAT KECEWA!” bentak Sasuke semakin meninggi. sepertinya, pemuda tampan itu benar-benar kalap dengan emosinya saat ini.
“kau jauh lebih mengecewakan ku , Sasuke…………” terdengar lirihan sakura miris.
“SA-“
“maaf, mungkin kata-kata ku menyinggung mu , sasuke… tapi kau harus tau, itu semua mewakili hatiku saat ini” potong sakura pelan. Baginya, hanya sasuke yang mendengarnya saja sudah cukup. Sasuke menatap dalam gadis cantik itu, gadis yang masih berstatus sebagai gadisnya.
“Satu Lagi……” suara sakura semakin terdengar pelan. Sakura mengangkat kepalanya, menatap sasuke dan tersenyum tipis.
“bisa kah kau mengurangi Volume suara mu, sasuke? Aku tidak bisa di bentak” mohon sakura. Sasuke tersentak. Nafasnya tercekat. ‘be-bentak?’ batin sasuke. ‘Oh astaga…… bagaimana bisa ia melupakan bahwa gadis nya ini tidak bisa mendengar bentak-kan? Bagaimana bisa ia melupakan bahwa gadis nya ini trauma akan bentakkan?’ pikir sasuke menyesal.
“Sa-sakura, ma-maaf kan aku… a-aku , aku tidak sengaja” sesal pemuda itu. Lagi dan lagi, sakura hanya tersenyum menatap sasuke.
“Tidak Papa, masih ada yang ingin kau bicara kan? Aku lelah, boleh aku pulang sekarang?” ujar sakura masih dengan senyumnya. Sasuke menghela nafas nya berat, menatap sakura miris.
“aku akan mengantar mu” ucap sasuke
“tidak perlu” datar sakura,
“aku pulang, sasuke… terima kasih atas waktunya” pamit sakura. Ia membalikkan badannya , melangkahkan kakinya mulai menjauhi sasuke. Namun, baru 4 langkah, ia tiba-tiba menghentikan langkah nya.
“Aku harap Ini bukan Akhir dari kita…. Sasuke” lirih sakura. Sangat pelan. Namun telinga sasuke cukup tajam, ia mendengar lirihan gadis cantik itu, membuat nya tak bisa menahan gadis itu untuk tetap disisinya.
-oOo-
Sakura memejamkan matanya, rasa sesak mendera nya begitu saja, perlahan tapi pasti, butiran air mata jatuh membasahi pipi gadis cantik itu.
Tuhan….. jika ini mimpi, ku mohon segera bangunkan aku…. Jika ini semua kenyataan, tolong biarkan Aku tidur dan bermimpi dia menjadi milikku seutuhnya, ku mohon jangan pernah bangun kan aku setelah itu..
-oOo-
Hari Berganti Hari, Seiring berjalannya waktu, hubungan sakura dan Sasuke kian merenggang, keduanya saling menghindar satu sama yang lain. Bahkan Seolah olah menunjukkan bahwa mereka tak saling mengenal. Sedangkan hubungan sasuke dan ino? Justru sebaliknya, hubungan mereka semakin dekat, saking dekat nya , membuat berberapa ISU mengenai mereka bertiga. Sakura, Sasuke, Dan Ino.  Ada yg bilang, kalau sakura dan sasuke telah berpisah karna sasuke menyukai ino. Ada yg bilang, sasuke berpaling meninggal kan sakura, dan memilih ino. Dan masih banyak lagi. Ya… Tapi wajar saja, jika banyak yg menyebarkan Gosip-gosip tak jelas itu , bukan karna apa, tapi karna hampir seantero sekolah mengetahui tentang ada nya hubungan antara sasuke dan sakura. Tentu saja, Sasuke, dia The Most Wanted Boy Di KHS, sedangkan sakura sendiri, adalah salah satu siswi yang berprestasi di sini. Namun baik Sakura , Sasuke, Juga Ino. Mereka sama sekali tidak merespon Isu-Isu itu,
Sakura Melangkah kan Kaki nya berjalan pelan menuju kelasnya, mata nya menatap lurus kearah depan dengan tatapan kosong.
“Sakuraa….” Panggil seseorang dari belakang. Sakura menghentikan langkahnya. Membiarkan Sasuke –seseorang itu- mengejarnya dan menyamai langkahnya.
“Bisa kita bicara Sebentar? Aku mohon……” pinta sasuke menatap sakura. Sakura membuang muka nya, menghindari tatapan pemuda tampan itu. Ia Tau akan Maksud dari sasuke, apa alasan pemuda itu ingin berbicara kepadanya. Sakura menghela nafasnya ringan, mencoba tersenyum dan mengangguk pelan.
Sasuke menarik sakura , membawa sakura ke taman belakang sekolah. Tak membutuhkan waktu yang lama. Dalam hitungan menit, Mereka pun telah sampai di taman. Namun, keadaan hening, kedua nya membukam suara mereka, dan berlangsung hingga berberapa menit.
“Apa yang ingin kau Bicara Kan?” Tanya sakura To the point.
“Aku…… Ekhm, Sakura aku minta maaf atas kesalahan ku. aku tau mungkin kau marah karna ke-“
“bisakah kau langsung memberitahukan inti nya?” potong sakura. Sasuke menghela nafasnya berat.
“Aku…….” Sasuke terlihat  gelisah, ia menatap dalam mata gadis nya , Ya, gadis itu masih berstatus sebagai gadis nya hingga saat ini. Saat ini….
“Sasuke…” panggil sakura.
“A-Aku…” sasuke semakin menggantungkan ucapannya, Sakura menatap sasuke dengan tatapan teduh,
‘Ya tuhan, bagaimana caranya untuk aku mengatakan padanya jika ia terus menatap ku seperti itu’  batin sasuke gelisah.
“Sakura Aku minta maaf………” pelan sasuke lirih. Mendadak sakura merasakan dadanya sesak, pemuda itu, pemuda yg menjadi pemilik takhtah tertinggi dihatinya tampak menunduk.
“A-Aku…….” Sakura merasakan dadanya semakin sesak, sembari menunggu sasuke melanjutkan kata-katanya.
“ingin putus…” lanjut sasuke semakin pelan. Entah kenapa, hatinya terasa perih saat mengucapkan dua kata itu. Sakura menatap sasuke dalam, ya, sasuke yang semakin terlihat menunduk. Nafasnya tercekat dan tak beraturan, saat mendengar penuturan pemuda itu. Sebuah buturan kaca mulai membendungi kelopak matanya.
‘Putus?’ batin sakura miris, ‘setelah semua yang aku perjuangkan dia bilang ingin putus?’ batin sakura lagi. Ia Menatap sasuke dengan kecewa.
“Baiklah…” serah sakura menahan tangis nya. Suara nya terdengar parau. Sasuke mengangkat wajahnya, menatap sakura teduh. Hatinya semakin perih mendengar suara gadis itu, terlebih saat melihat setetes air mata di pipi mulus sakura. Ia mengusap pelan pipi itu, menghapus air mata itu. Membuat sakura semakin tak bisa menahan tangis nya. Air mata nya turun begitu saja, seakan merespon tindakkan sasuke.
“Jangan Nangis….” Pinta Sasuke, Sakura diam.
“Maaf, Maafkan Aku sakura… Aku hanya tidak ingin kau merasakan sakit yg lebih dalam dengan keadaan sekarang”
“Secara tidak langsung kamu meminta ku untuk berhenti memperjuangkanmu, Sasuke…..” Sakura Mendesis tertahan.
“Tidak, Bu-Bukan itu maksud ku”
“Lalu Apa?” Tanya Sakura menantang.
“Aku hanya tidak ingin kau semakin merasa sakit sakura, terlebih dengan keadaan kita sekarang” jawab sasuke lirih.
“Oh Ya? Kalau begitu , aku minta kau untuk melupakan ino. Dan hanya mencintai aku….” Tantang Sakura lagi. Sasuke diam. Melihat itu, Sakura tersenyum miris.
“Kau Tau Sasuke? Aku meminta mu untuk melupakan ino Dan hanya mencintai aku. Padahal, Aku tidak pernah mengatakan bahwa kau belum bisa melupakan ino, aku juga tidak pernah bilang bahwa kau juga mencintai seseorang selain aku” Pelan sakura. Sasuke Tampak tersentak. Bahkan ia baru sadar bahwa ucapan sakura berupa jebakkan (yang mungkin) Kejujuran untuknya.
“Aku-“
“Diam Mu menjawab semua nya , Sasuke….” Ujar sakura.
“Kau benar, aku semakin sakit, dan aku juga tak yakin bisa menghapus sakit ini…” ujar sakura lagi.
“Aku selalu memperjuangkan cinta kita, sasuke.. aku berusaha mempertahankan orang yang sama sekali tak ingin di pertahankan….” Lanjut sakura. Ia mencoba tersenyum , menatap sasuke yang menatapnya dalam.
“Aku menyerah Sasuke….. Aku menyerah untuk menggenggam tanganmu, yang digenggam tangan lain….., Aku telah lelah , lelah memperjuangkan mu” ucap sakura yang berjalan mundur berberapa langkah. Seakan menunjukkan bahwa ia benar-benar lelah, dan menyerah. Sedangkan sasuke, ia hanya menatap gadis itu dalam. Merasa bodoh dengan dirinya sendiri. Ia ingin gadis itu tetap bertahan disisinya. Entah kenapa, kata-kata sakura terasa menusuknya, membuatnya tak mampu untuk berkata apa-apa. Tak ada lagi bayang-bayang ino di fikirannya. Bahkan hatinya terasa hampa. Sangat hampa, Tak ada lagi getaran ketika ia mengingat ino saat ini. Entah mengapa, disaat seperti ini, justru ia sama sekali tak dapat mengingat ino, tak ada lagi rasa yang menggelitik itu. Hanya sesak. Sesak yang sangat mendalam melihat sakura yang mulai menjauh. Gadis itu telah mengatakan “Menyerah” . Ya, itu tanda nya , tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk menahan gadis cantik itu tetap berada disisinya.
--------------------------------------------------------------
END.....
FINISH!
Tinggal nunggu epilog.
Hehe... Typo bertebaran... Makin gaje dan bla... Bla... Bla.....
salah satu dari Kata2 diatas ada yg gue kutip dari cerbung Favorit gue.
Seneng ajaaaa... (Gak penting)
Aduh ... Makin lama.. Makin gaje gueee (?)
Pamit deh , BY!

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...