Skip to main content

Please, Staying For me! #Chapter 1 ~ she is Come back!~

Kicauan burung pipit terdengar bersaut-sautan , meramaikan suasana pagi ini. Sebuah Sinar terang merambat masuk melalui celah gorden casual berwarna putih , menyilaukan mata. Membuat ku mau tak mau membuka mata ku. Aku menerjapkan nya sebentar. Melirik kearah jam weker kesayangan ku, jarum jam menunjukkan tepat pada pukul 05.30 aku pun segera bangkit , dan beranjak , mempersiapkan diri untuk sekolah.
-oOo-
Kringgg !  terdengar suara bel masuk telah berbunyi. aku beranjak , berjalan pelan kembali kebangku ku. Dimana sudah terdapat Hinata , sahabat ku disana. Ia tersenyum . aku pun duduk. Tak lama kemudian..  Kurenai Sensei datang , memasuki kelas.
“Ohayou gozaimasu!” sapa Kurenai sensei.
“Ohayou” balas kami semua. Keadaan pun menjadi hening.
“em … kita kedatangan siswi baru. Dia pindahan dari Australia,” seru kurenai sensei membuka suara. ‘Oh ada siswi baru toh, dari mana tadi? Australia? Luar negeri dong?’ pikir ku
“Ino” panggil kurenai sensei.
‘DEG’ ino? I…Ino? Di…dia… AISH! Aku menarik nafasku dalam. Dan memejamkan mataku. ‘Lupakan ! ayolah.. jangan panikkan gini, kenapa tiba-tiba ke-inget dia. Dia bukan satu-satunya orang yang bernama Ino kan?’ batin ku. aku membuka mata ku perlahan . melihat kearah depan.
‘DEG’ nafas ku tercekat, tubuh ku menegang. Menatap seorang gadis cantik didepan sana dengan tatapan tak percaya. Di.. dia kembali? Aish… Ino ! Aku menundukkan kepala ku. tak ingin menatap gadis itu.
“Hey” aku mendengar suara hinata.  dia menyentuh pundakku.
“Ada apa?” Tanya nya. Aku mendongakkan kepalaku, tersenyum kearahnya.dan menggeleng pelan. Memberitahunya bahwa aku “tidak papa” dengan bahasa tubuhku.
aku mengalihkan perhatian ku. mataku tertuju kearah seseorang yang tak jauh dari ku. berada disebrang kiri belakang ku. aku menatap nya kecewa. Dadaku mendadak sesak, aku melihatnya. Yah, melihatnya menatap gadis itu dengan tatapan kerinduan. Aku tau, aku tau ia merindukan gadis cantik itu. Namun, ah.. aku kembali menutup mataku. Tak sanggup melihatnya dengan sikapnya itu. Telingaku berdesing, berdengung dan semuanya samar. Aku tak memperdulikan gadis cantik itu berbicara didepan sana.  Tiba-tiba saja .. rasa takut itu kembali menderaku. Membuat sekujur tubuh ku berkeringat dan menjadi dingin.
Aku membuka mata ku, terlihat jelas gadis itu berjalan kearah barisan bangku ku. ia tersenyum saat melihat ku. tak ada yang berubah, tatapan nya masih sama. Lembut dan menenangkan. Tapi ntah kenapa, saat aku menatap jauh kedalam kornea matanya, hati ku terasa perih. Ketakutan itu  semakin menjadi. susah payah , aku menarik nafas ku. mengapai – gapai pasokkan udara yang sebenarnya begitu banyak di sekitar ku.
“sakura…” Samar – samar , aku mendengar hinata memanggilku. Aku menoleh.
“Kau terlihat tidak baik, gelisah , dan wajah mu pucat” ujar hinata.  Aku hanya  tersenyum tipis. Tenggorokkan ku masih tercekat, aku tidak pernah mengira, kehadirannya kembali akan membawa pengaruh juga kepada tubuhku. “Lebih baik kau beristirahat di UKS, aku akan menemani mu” lanjut hinata.
“aku baik-baik saja hinata, hanya saja kepala ku terasa sedikit pusing” jawab ku pelan. Toh, memang benar, aku tidak sakit, bahkan sehat-sehat saja. Namun, Sebelum dia datang… 
“Yakin?” aku hanya mengangguk pelan. Mencoba meyakinkan sahabat ku itu. Aku menyandarkan punggung ku yang tiba tiba terasa pegal. Menghembuskan nafas secara kasar. Seharusnya , Respon tubuhku biasa-biasa saja. Lagi pula, aku lebih berhak atas apapun yang menyangkut seseorang itu. Aku yang selama satu tahun berdiri di samping laki-laki itu.aku yang selalu ada untuk nya. Disaat ia itu jatuh terpuruk, bahagia , juga disaat ia butuh penopang.seharusnya aku tak perlu takut, ya…tidak. Kenapa harus takut?
Aku kembali menoleh kearah seseorang itu, laki-laki tampan itu masih menatap siswi baru itu dengan tatapan yang sulit diartikan , menatap tanpa berkedip. Namun ada hal lain di balik tatapan itu. Aku tau! Sebuah kerinduan yang besar yang slama ini tak pernah terlihat. Takut! Takut! Takut Dan Takut! Aku takut…. Aku takut dia kembali jatuh kedalam pelukan Ino! Takut posisi ku kembali tergeser! Aku berusaha mengatur nafasku, mencoba menenangkan perasaan ku.
“Dia kembali…………”
---------------------------------------------------
Tara~ ini terinspirasi dari lagu-lagu yang yaaaaa galau gitu deh. Masih banyak typo jadi sorry... Gue masih baru belajar ini mah. :D

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...