Skip to main content

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?
           Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang,
          Aku mengangkat kepalaku, menatap tepat kearah langit di atas sana. Hanya terdapat berberapa bintang di atas sana, itu pun dengan cahaya yang redup. Aku tau, mungkin sebentar lagi hujan akan turun.
Entah kenapa, Hati ku tiba-tiba terasa gundah, Perasaan ku tak terarah, jalan pemikiran ku terpecah-pecah begitu saja. Ya tuhan, Aku ingin menjernihkan Pemikiranku Sekarang, tanpa harus mengenang kembali Halusinasi yang aku sendiri tak terlalu mengerti.

Sasuke,
ASGHHHH! Kenapa lagi-lagi nama itu yang aku ingat?
Kenapa Aku tak bisa membenci mu?
Kenapa Aku tak bisa mengubur dalam perasaan ini?
Lagi Dan Lagi kau Menyakiti Ku! Aku tak tau apa salah ku padamu,
Dan kenapa kau senang sekali menyakiti hatiku?
Apa kau sengaja?
Atau aku yang terlalu dan sangat MASIH mencintaimu?

       Aku mendesah kasar, semakin lama, pikiran ku semakin kacau. Terlebih saat mengingat apa yang terjadi setengah jam yang lalu.

------Flashback On

“Bisa kah kau berhenti menganggu hubungan ku dengan Sasuke?” Tanya seseorang dari arah belakang. Aku tersentak dan menoleh.

Ino?

“jika kau benar-benar telah melepaskan Sasuke untukku, kenapa kau masih saja terus menganggu hubungan kami?”
‘Hah? Apa yang di bicarakan gadis ini?’ batin ku bingung, namun, entah kenapa, hatiku terasa teriris mendengar penunturannya barusan.

“menganggu hubungan”. Apa maksudnya? Terlebih, ini menyangkut antara aku dan Sasuke.

“Apa maksud mu?” Tanya ku

“Menjauh lah dari Sasuke!” seru nya tiba-tiba. Apa dia bilang? Menjauh? Lalu selama ini usaha aku menghindari sasuke bukan menjauh? AISH!

“Aku tidak mengerti maksud mu” datar ku.

“dia mencintaimu”

DEG

Jantungku terasa berhenti berdetak untuk berberapa saat. Sampai aku meyadarkan diriku sendiri. Aku menggeleng kan kepala ku pelan. ‘itu tidak mungkin’ batin ku

“Kenapa kau mengatakan ini pada ku?” Tanya ku.

“karna ini kenyataan nya” aku tersenyum sinis.

“Aku sudah melepaskan nya untuk mu. Dan jangan membuat ku ragu akan itu!” seru ku

“justru aku ingin kau lebih mengerti!” tatapan kami beradu, ino menatap ku dengan tatapan memohon.

“Ku mohon kau benar-benar pergi dari hidup Sasuke” Lanjutnya. Aku tersentak kaget. HEY! Apa Maksudnya?

“Aku berterima kasih pada mu, sakura! Terima kasih telah peduli pada perasaan ku. Terima kasih telah mengorbankan perasaanmu untukku, kau telah berbaik hati melepaskan Sasuke untukku” aku diam, menunggu ucapannya selanjutnya.

“Aku tidak ingin pengorbanan mu sia-sia. Jadi, aku ingin sasuke benar-benar mencintaiku! Hanya aku”

Well, aku sudah tau arah pembicaraan nya sekarang!

“Dia memberikan sebuah Gantungan kunci berbentuk Bintang kepadaku. Dan aku tau, benda itu benda Favorite kalian berdua”

Dada ku terasa sesak, Gantungan kunci Bintang? Sasuke memberikannya pada ino? Bukan kah kau telah berjanji untuk tidak membiarkan siapa pun menyentuh Gantungan itu? Siapa pun dan apapun yang terjadi? Aku tidak menyangka, kau justru memberikan nya pada Ino, Sasuke. Padahal aku berharap, bahwa Gantungan itu akan menjadi satu-satu nya kenangan terindah kita. Seperti aku menganggap gantungan milikku, gantungan yang sama dengan mu.

“dia meminta ku untuk menjaga Gantungan itu” lanjut  ino.

Dan GREAT! Hati ku kembali terasa hancur, setelah berberapa bulan ini mulai membaik.
Dan Aku SADAR bahwa aku tidak dan Tidak akan pernah bisa melupakannya! Semua yang aku lakukan dan usaha kan untuk melupakannya benar-benar tidak ada gunanya.

-------------Flashback OFF

Lutut ku terasa lemas, aku jatuh terduduk begitu saja di Trotoar jalan. Perlahan tapi pasti, rintik-rintik hujan mulai turun, hujan yang semakin lama semakin deras menguyur tubuhku begitu saja. Aku memeluk kedua lutut ku, sekujur tubuhku terasa dingin sekali, terasa membeku. Aku menenggelam kan kepala ku di kedua lulutku.

Hingga Tiba-tiba, aku merasakan bahwa hujan telah berhenti, aku Tak merasakan lagi derasnya hujan yang menguyur tubuhku, Tapi……..
Aku mendengar suara gemuruh petir dan deras hujan yang menyentuh jalan masih ada.

‘Ada apa ini?’ pikirku.
Aku mengangkat kepalaku pelan. Mengedarkan pandangan ku sebentar, dan HEY! Hujan masih deras, tapi aku tak melihat setitik hujan pun dekatku. Aku melirik kearah samping kanan ku. Sepatu bewarna hitam pekat, berada disana. Dengan segera, aku mendongakkan kepala ku keatas,
“Sa-Sasori?”

--------------------------------------------------------------

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh, ini makin GAJE! Typo bertebaran, ini Cuma abstrak doang! Terinspirasi dari lagu Ajeng – Saat kau tak disini. Ini kayak One Shoot dari Please, Staying for me. Dan akan gue lanjutin buat sekuelnya, tapi dengan judul yang berbeda. Judul sekuelnya itu “That Should Be me” (terinspirasi dari lagu Justin Bieber)
Nah di sekuel ini, gue pengen nyoba hal yang beda. Entah lah, liat aja ntar. Gue Cuma mau meminta pengertiannya atas tulisan gue yang mungkin makin gaje (?)
Okay, dari pada gue banyak ngoceh nggak jelas. Gue pamit deh, hehe…..
By!!

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...