Skip to main content

Please, Staying For me! #Chapter 2 ~ I Know ~


“Dia Kembali,” Gaara mendesis tertahan. Tanpa suara , sasuke mengangguk. Perasaan laki-laki itu bercamuk. Antara bahagia dan bimbang, bahagia karna ia dapat melihat gadis itu kembali. Namun bimbang karna sebuah perasaan itu kembali merayapi hatinya. Menggelitik hatinya.tidak dapat di pungkiri , rasa bahagia nya itu teramat besar.sampai akhirnya ia mengalihkan pandangan nya kearah sebuah bangku yang tak jauh darinya. Haruno Sakura ~ wajah gadisnya itu terlihat pucat.
“Sasuke, kau lihat, Gadis ku terlihat pucat! Apa ia sakit?” celetuk sasori yang berada di depannya tanpa menoleh kearahnya.
“Bisakah kau meralat kata-kata ‘gadis ku’ barusan? Telinga ku terasa sangat panas!” Sasuke mendesis sembari menekan kan tiap kata yang keluar dari mulutnya , dan menatap Sasori tajam. Sasori membalikkan badannya, mengacungkan kedua jari nya membentuk huruf “V”.
“Hehe, Sorry ..” ujar sasori.
“Tapi sepertinya ucapan sasori benar. Lihat lah, sakura terlihat pucat, juga sangat gelisah. Dia sakit?” tambah Garra membenarkan ucapan sasori.
Sasuke mengawasi sakura dari tempatnya. Menatap lekat – lekat gadis cantik itu dengan dahi berkerut. Pasalnya,pada saat ia menjemput gadis itu, hingga bel masuk tadi. Gadis itu baik-baik saja. Wajah nya berseri –seri seperti biasanya, tak ada yang aneh. Sampai………. Sampai…… “Ino!” lirih sasuke menatap gadis nya dan ino secara bergantian.
-oOo-
“aku sudah memperingatkan sakura dan mengajak nya untuk ke UKS! Tapi dianya nolak. Ugh! Dia memang menyebal kan! Kenapa ia tidak pernah berubah. Selalu saja keras kepala!” omel hinata tak jelas. Ia mondar – mandir di disamping kiri sakura , yang telah tak sadar kan diri di ranjang UKS.
“Hinata, Bisa kah kau diam dan berhenti mengoceh tak jelas seperti itu?” datar sasuke tanpa menoleh kearah hinata. Ia hanya menatap wajah polos gadisnya yang tenang itu.
“Tidak! Aku hanya bingung dengan gadis mu itu! Bukan kah tadi pagi dia baik-baik saja! Lalu kenapa pada saat kurenai sensei datang bersama Si Ino dia mendadak aneh seperti itu! Pucat Dan Gelisah tidak jelas” seru hinata yang memang  mengetahui kondisi sahabatnya itu.
Sasuke diam.’pada saat kurenai sensei datang bersama Si Ino dia mendadak aneh seperti itu! Pucat Dan Gelisah tidak jelas’  . Aish. Sekarang ia tau alasan perubahan sikap gadis itu, alasan  fisik gadis nya yang melemah. Ia mendesah kasar. Perlahan ia sadar , ketidak sadaran sakura adalah sebagian dari rasa tertekan yang menghatam sakura sekaligus. Gadis cantik itu pasti kaget dengan hadirnya ino kembali. Gadis itu pasti takut dan tertekan.
“Lebih baik kau kembali ke kelas, hinata. Aku yang akan menjaga sakura”
“NO! aku ingin menemani gadis keras kepala itu hingga ia sadar”
“bukan kah kau juga sama keras kepala nya seperti dia? Sudahlah, aku yang akan menjaga gadis ku ini. Kau kembali saja ke kelas. Naruto menunggu mu” seru sasuke membawa nama salah satu sahabat nya. Ia tau, bahwa sahabat nya itu sedang menjalani pendekatan dengan gadis dihadapannya ini.
“Hah?” kaget hinata
“Yaaa, dia bilang , dia ingin sekali duduk sebangku dengan mu , dia juga bilang  bahwa kau cantik” ujar sasuke lagi. Hinata tampak tersipu malu.
“Benarkah?” Tanya hinata.
“Tentu saja. Sudah! Cepat ! kau kembali saja kekelas !”
“Kau Mengusir ku? Sasuke?” kesal hinata yang mendadak berubah.
“ya, ku fikir kau sudah mengerti. Jadi tunggu apa lagi nona hinata?”
“Ckk , Kau…………”
“Lagi pula memang nya kau mau, naruto menjadi terpesona dan mendekati ino?” potong sasuke . Hinata mendadak gelagapan sendiri. Dan mendecak pelan. Aish, ia benar benar tak rela dan ikhlas sampai itu benar benar tejadi! SANGAT DAN SANGAT TIDAK RELA! Ia menatap sasuke kesal .
“baiklah, aku kembali kekelas! Tapi ingat, awas saja jika terjadi sesuatu dengan sakura! Ku pastikan , wajah mu akan bertambah jelek!” kesal hinata setengah mati. Ia menghentakkan kaki nya dan berjalan kearah luar tak ikhlas.
-Hening sejenak-
Sasuke membungkam suaranya. Sedari tadi ia memilih diam. Tanpa berkata apapun. Toh memangnya , siapa yang akan ia ajak bicara? Hanya ada ia dan sakura disini. Sakura sendiri masih belum sadar. Ia hanya memainkan jarinya di wajah gadisnya itu.
“She’s come back. Why ? kenapa ia harus kembali?” gumam sasuke. Ia mentap lekat-lekat sakura, pikirannya melambung kemasa lalu, membandingkannya dengan keadaan sekarang. Lalu menerka-nerka kemasa yang akan datang, semakin lama, fikiran nya semakin jauh, dan tak menentu. Entah lah, hanya ia dan tuhan yang tau, apa yang ada di fikirannya itu. Hingga Dengan perlahan sakura membuka matanya, ia telah sadar. Sakura menatap sasuke yang masih menatapnya lekat. Bahkan jari laki-laki tampan itu masih bergerak menyentuh pelan pipi nya. Ia tau, tau bahwa sasuke sedang melamun. Tenggelam dengan pikirannya sendiri.
“Sasuke…” panggil sakura pelan.seketika sasuke tersentak. Sadar dan menatap sakura bingung.
“Ka-Kau Sudah Sadar ? Apa yang sakit? Kepala mu masih Pusing? Jika iya, lebih baik kau ku antar pulang sakura..” Khawatir Sasuke
“Ya, Sakit sekali” lirih sakura
“Apa Yang Sakit? Ka-Kau ingin aku am-“
“Hati aku” potong sakura. Sasuke diam.
“Dia kembali sasuke….. dia kembali”
“Sakura, aku-“
“Aku melihat mu menatap nya. Menatap nya tanpa berkedip sasuke” potong sakura lagi
“Maaf, Aku….. aku hanya kaget melihatnya”
“Kau yakin hanya sekedar kaget?” Pertanyaan sakura seperti sebuah teguran keras untuknya.
“Kau menatapnya dengan rindu sasuke. Kau menatap nya dengan…. Ah , aku tak tau, siapa aku sebenarnya dimata mu? Entah lah”
“Sakura! Kau, kau kekasih ku”
“Benar kah? Kalau begitu, siapa Ino dimata mu?” Sasuke diam. Entahlah, untuk pertanyaan yang satu ini membuat nya tak tau akan berkata apa. Keadaan pun menjadi hening. Baik sakura juga sasuke hanya saling menatap dengan tatapan yang … hanya mereka berdua yang bisa mengarti kan nya.
“Maukah kau berjanji pada ku sasuke?” Tanya sakura membuka suara.
“Janji? Apa?”
“Lihatlah diriku! Lupakan ino. Jangan tinggal kan aku. Jangan melihat, dan melirik gadis lain selain aku! Hanya Aku! Aku! Dan Aku! Bisa?” Lembut sakura, namun nadanya terdengar memaksa. Ia tau, dan sangat sadar bahwa sikap nya ini egois. Tapi, bisa kah ia egois untuk sekali ini saja?
“Saku-“
“Kau cukup menjawab ya atau tidak sasuke” sambar sakura. Skakmat! Tenggorokkan sasuke tercekat . nafasnya pun menjadi memburu. Berberapa kali , Susah payah sasuke menelan ludah nya. Melihat respon sasuke yang mendadak berubah membuat sakura hanya tersenyum paksa.
“Aku tau kau tak bisa,” Ujar sakura miris. Miris sekali.
“Kau tak perlu menjawabnya. Ya, kurasa tidak. Baiklah , bisa kah kau mengantar ku pulang? Kepala ku terasa semakin sakit” ujar sakura. Membuat sasuke tersenyum miris. Ia merasa hatinya tergores. Perih sekali.

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...