Skip to main content

Please, Staying For me! #Chapter 3 ~ Dejavu ~

Sakura P.O.V
Aku berjalan pelan menuju balkon kamar ku. menatap ke arah hujan yang semakin deras. Hujan yang tak berhenti sedari saat aku pulang sekolah tadi. Bahkan jika dihitung. Sudah 8 jam, atau mungkin 9 jam yang lalu. Hujan yang semakin lebat. Hujan yang disertai dengan Halilintar yang menyambar-nyambar. Mengisyaratkan bahwa hari benar-benar buruk sekarang.
“Ssshhh” aku mendesah kasar. Berberapa kali aku melirik kearah ponsel ku yang tak jauh dari ku. berharap seseorang menghubungi ku. ya, meski pun hanya sekedar menanyakan “Bagaimana keadaan mu”  atau “Sudah makan , Cantik?”  minimal hanya menyapa “hey!”  saja.
-oOo-
Author P.O.V
“Kamu nanti pulang Bersama sasuke atau kaa-san jemput, Sakura?” Tanya sang ibu.
“Em…. Aku Akan mengabari mu nanti.., Karna memang Sasuke sedang sibuk” ujar sakura tersenyum masam. Tak lama pun mereka sampai di depan gerbang Sekolah. Sakura mengedarkan pandangannya keluar jendela. Nafasnya tercekat, matanya pun terasa panas. Hatinya juga terasa nyeri. Di luar sana, tampak mobil sport milik sasuke di parkiran sekolah. Dan….. dan pemuda itu keluar. Bersamaan dengan itu, seorang gadis cantik keluar dari samping kiri mobil. Ino! Dengan cepat sakura mengalihkan pandangannya. Ino menduduki kursi yang biasa nya ditempatinya. Disamping sasuke. Ini baru pertama. Bagaimana jika terulang lagi? Lagi. Lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi. Lalu posisinya benar benar tergeser oleh ino?
“aku pamit, Kaa-san ” pamit sakura dengan suara parau.
“Ka-kau kenapa?” heran sang ibu.
“Tidak”
-oOo-
Sakura melangkah kan kaki nya memasuki kelas. Matanya menangkap sosok sasuke dan ino. Kedua nya tampak sangat akrab. Tidak-tidak, bukan akrab, tetapi mesra. Sakura menghela nafasnya kasar.
“Hey!” sapa sasori tiba-tiba datang. Sakura tersentak dan menoleh kearah sasori.
“Kenapa diam disini, ayo masuk” ajak sasori. Sakura tersenyum
“Kau tidak dijemput sasuke?” Tanya sasori saat melihat sasuke telah duduk di bangku nya.
“Tidak, mungkin dia…. Em sibuk” sahut sakura.
“Sibuk apa? Selingkuh Dengan Ino?” celetuk sasori
“Mungkin~” gumam sakura pelan.
“Hah?” kaget sasori. Mendadak sakura gelagapan sendiri.
“SASUKE! APA’APAAN KAU INI ?! KAU BERDUAAN DENGAN INO DAN MELUPAKAN SAKURAA? TEGAA NYA KAU! SUDAH LAH SAKURA! LEBIH BAIK KAU TINGGAL KAN SAJA SASUKE, DAN BERPALING LAH KEPADA KU” teriak sasori tidak jelas.
“NO, NO, NO, NO! TIDAK! SAKURA, JANGAN HIRAUKAN DIA. DIA ITU GILAAAA, LEBIH BAIK KAU BERPALING SAJA KEPADA KU” seru gaara tiba-tiba. Sakura hanya terkekeh pelan melihat kelakuan kedua sahabat kekasihnya itu. Sedangkan sasuke. Ia hanya mendesis sinis melihat para sahabatnnya yang memperebutkan kekasihnya.
“HEY! APA’APAAN KAU INI GAARA? KAU BILANG GURU HIRAUKAN GILAAA? LIHAT SAJA KAU! AKU AKAN MENGADUKAN MU!” balas sasori. Sakura terkekeh.
“guru Iruka sasori, bukan hiraukan….” Ujar sakura terkekeh. Ia menyebutkan nama salah satu gurunya.
“Oh ya, terima kasih gadis ku” seru sasori watados.
“WOOOOOOOOOO” koor para penghuni kelas yang lain.
“Sasori, sudah berapa kali aku kata kan. Kata-kata ‘gadisku’ itu membuat telinga ku terasa panas! Kau mengerti?” tajam sasuke.
“memang nya kenapa dengan kata-kata itu?” Tanya ino tiba-tiba membuka suara. Baik, sakura , maupun sasuke. Mereka sama-sama tersentak mendengar pertanyaan ino.
“Oh ya Ino. Kau pasti belum tau, sasuke itu iri kepada ku .. dia tidak menyukai hubungan ku dengan sakura”
“Hubungan apa? Bukannya kau yang selalu mengganggu hubungan mereka berdua?” celetuk hinata
“Ah Ya! Kau benar Hinata! OH TIDAK! AKU BENAR-BENAR PATAH HATI SEKARANG…… SAKURAAAAAAAA”balas sasori sambil memegangi dadanya dan menatap sakura dramatis. Ckk.. 
“Hu-hubungan apa?” Tanya ino yang semakin tidak mengerti. Terlihat dari wajahnya bahwa ia sedang gelisah.
“Hubungan Special lah! Mereka itu sudah berpacaran, dan hampir 2 tahun” seru naruto menimbali.
-oOo-
“I-Ino…….” Panggil sasuke.
“Benar kah kau berpacaran dengan sakura?”
“Ma-maaf kan aku, aku……….”
“Aku tidak menyangka sasuke.  A-aku tidak tau, semua ini memang salah ku. aku yang pergi meninggal kan kau begitu saja tanpa kata. Aku yang menggantungkan hubungan kita.. ” Ino menghela nafasnya berat, terdengar sebuah isakkan kecil ino . “bahkan aku tidak pernah menganggap hubungan kita itu putus”lanjutnya
“Aku juga tidak pernah menganggap hubungan kita putus, ino” sahut sasuke pelan. Entah angin dari mana. Tiba-tiba kata-kata itu meluncur begitu saja keluar dari mulutnya. Membuat hatinya berdesir. Ino membalikkan badannya menghadap kearah sasuke. Tatapan mereka beradu. Tiba-tiba saja sasuke merasakan sebuah kehampaan. Ya, kehampaan, di ruang hatinya yang telah terukir nama sakura. Ia merasakan kekosongan hatinya, saat menatap dalam mata ino. Mata yang sama indahnya dengan mata gadisnya. Mengingat sakura, membuat hatinya perih. Entah kenapa, ia merasa benar-benar menjadi orang bodoh saat ini.
Disisi lain, sepasang mata menatap mereka miris. Sepasang mata indah milik sakura.
“Aku harap ini mimpi Sasuke, tapi ternyata tidak, ini bukan mimpi. Mungkin hanya aku saja yang bermimpi untuk mendapatkan cintamu” lirih sakura.
“Jangan Menangis” Sakura tersentak, ia menghapus air matanya dan menoleh kearah sampingnya. Terlihat sasori sedang menatapnya lembut.
“Kau terlihat jelek ketika menangis” ujar sasori. Tangan nya bergerak mengusap lembut pipi sakura. Menghapus sisa air mata sakura.
“Aku tidak tau , apa masalah mu dengan sasuke serta ino. Cinta itu memang rumit. Dan aku sendiri tidak mengerti. Yang jelas, aku tidak suka melihat mu menangis seperti tadi” ujar sasori. Bukan terdengar seperti ucapan, tapi terdengar seperti perintah. Hati sakura berdesir. Ia merasa kan déjàvu. Kata –kata itu…
“Kau terlihat jelek ketika menangis”
“Yang jelas, aku tidak suka melihat mu menangis seperti tadi”
Kata-kata yang biasa sasuke ucapkan ketika ia sedang bersedih. Sakura menundukkan kepalannya.
----------------------------------------------------------------------------------
Typo bertebaran... gue ingatin... cerita ini ada yg berberapa kata2nya itu ngutip . :p terinspirasi dari lagunya agnes monica, karena ku sanggup. sama lagu cinta dua hati lagunya afgan... :)

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...