Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Life is Difficult , Arghhs!

Hay, hay! Kembali berjumpa lagi dengan saya. Author yang baik hati ini (amin) Nah, udah baca judul diatas? Aneh? Maybe, but this is Real, Right?? Sebenernya, ini bukan cuma masalah remaja ya, tapi ya suka-suka gue lah. Gue authornya! (Oke lupain, dan mulai serius) Tau, tiga kata pertama dalam buku karangan psikiater M. Scott Peck (The Road Less Traveled)? Yang meraih sambutan hangat itu adalah "Life is Difficult". Peck kemudian menyebut ini sebagai salah satu dari kebenaran utama, makanya banyak orang yang memahami dan menerimanya. Nah kalo kalian sendiri, ada yang nggak setuju Sama "Life is Difficult" ? Ayo sini, kasih tau gue tentang elo menjalani hidup lo -_- Nih ya, kalau gue kasih perumpamaan, manusia itu udah bersahabat dekat sama yang nama nya "masalah", ya kan? Tentu aja, saking deket nya aja, masalah itu sampe "Ogah" buat Sedetik aja jauh dari kita -_- dan gue tau itu ngeselin banget. Tapi, dari pada kita ngeluh tentang masalah kita...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

That Should be Me #Chap.2 ~lebih Dari Cukup Untukku~

Sakura berjalan pelan kearah pintu rumahnya, ia meraih knop pintu tersebut dan membuka nya perlahan, “SAKURA!!” seru sang ibu yang langsung memeluknya. “kemana saja kau? Sasuke menghubungi ku. Dia menanyakan apa kah kau sudah pulang? dia sangat mencemaskan mu, sakura. Dia mencarimu sedari tadi. Kau kemana saja..?” lanjut ibu sakura. Sakura tersentak. ‘Sasuke? Mencariku?’ batinnya. Memang, ia sempat melihat mobil yang mirip dengan mobil sasuke, ia tak bisa membaca plat nomor mobil itu, matanya terkena air hujan. tapi apakah itu benar mobil sasuke? Jika ya, kenapa sasuke diam saja? Kenapa sasuke tak menolongnya? Dan justru membiarkan sasori yang membantunya. Sakura tersenyum miris. -oOo- “kenapa kau pergi semalam?” Tanya sasori. Sakura diam. Mereka sedang berada di lantai atas KHS, puncak ketinggian sekolah international itu, “Kau meninggal kan pensi begitu saja, apa yang terjadi? Apa ino menyakiti mu?” Tanya sasori lagi. Sakura mengernyitkan dahinya heran. “Kau tau dari mana?” Ta...