Skip to main content

Senandung Rindu, Ayah.

Aku ingin bercerita tentang rinduku yang menggebu.
Tentang rinduku yang tiada bertepi.

Dia adalah abdi pertiwi, Salah seorang prajurit kopassus pada operasi seroja 1975. 
Sosoknya selalu membuat hari - hari ku indah. Ceritanya selalu menjadi hal yang aku tunggu.
Dia begitu gagah, tampan, dan penuh kasih.
Bukan sebagai putra terbaik bangsa, tapi sebagai pemimpin di keluarga kecil Kami. Dia adalah ayah. Siapa saja tahu bahwa ialah pahlawanku.

Ayah, Aku merindu.

Melihat orang lain bisa menyampaikan kasihnya, Aku merasa iri.
Melihat kasih sayang seorang ayah kepada anaknya, Aku merasa dengki.

Ayah, kau telah menyelesaikan tugasmu pada negara dengan baik. Aku sangat bangga. Dan kau meninggalkanku beberapa waktu lalu setelah menyelesaikan tugasmu Di dunia terlebih dahulu, itu membuatku sangat sedih.

Ayah, sulit untukku sampaikan rindu ini ketika Batu Nisan menjadi pembatas Kita. Tetapi Aku tahu, Tuhan akan menyampaikannya.

Ayah, Aku akan baik-baik saja. Aku akan hibur ibu dan menjaga nya. Aku disini, seperti katamu untuk menjadi adik dan kakak yang baik.
Maaf, karna aku masih menjadi putri mu yang sering menangis. Aku masih menjadi putri mu yang tidak tahan dengan rasa sakit.

Senandung lirih dariku, putri kesayanganmu. Hanum.

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...