Skip to main content

That Should be Me #Chap.2 ~lebih Dari Cukup Untukku~

Sakura berjalan pelan kearah pintu rumahnya, ia meraih knop pintu tersebut dan membuka nya perlahan,
“SAKURA!!” seru sang ibu yang langsung memeluknya.
“kemana saja kau? Sasuke menghubungi ku. Dia menanyakan apa kah kau sudah pulang? dia sangat mencemaskan mu, sakura. Dia mencarimu sedari tadi. Kau kemana saja..?” lanjut ibu sakura. Sakura tersentak.
‘Sasuke? Mencariku?’ batinnya. Memang, ia sempat melihat mobil yang mirip dengan mobil sasuke, ia tak bisa membaca plat nomor mobil itu, matanya terkena air hujan. tapi apakah itu benar mobil sasuke? Jika ya, kenapa sasuke diam saja? Kenapa sasuke tak menolongnya? Dan justru membiarkan sasori yang membantunya. Sakura tersenyum miris.
-oOo-
“kenapa kau pergi semalam?” Tanya sasori. Sakura diam. Mereka sedang berada di lantai atas KHS, puncak ketinggian sekolah international itu,
“Kau meninggal kan pensi begitu saja, apa yang terjadi? Apa ino menyakiti mu?” Tanya sasori lagi. Sakura mengernyitkan dahinya heran.
“Kau tau dari mana?” Tanya sakura balik.
“Sasuke yang mengatakan nya” jawab sasori.
Sasuke? Berati ia mengetahui semuanya? Pemuda tampan itu tau bahwa ia berbicara dengan ino? Ia tau dan membiarkannya? Dalam hati sakura tertawa miris. ‘atau bahkan kau tau, bahwa aku pergi. Dan kau tak peduli sasuke?’ pikirnya lagi.
“Cerita kan pada ku kejadian semalam sakura” pinta sasori. Sakura mendesah kasar.
“A-Aku tidak bisa”
“Kenapa?”
“itu terlalu menyakitkan untukku”
“katakan saja. Aku tidak akan melarang mu menangis, jika itu dapat membuat mu lebih tenang” sakura menatap sasori dalam. Pemuda itu, pemuda yang slama ini ada disampingnya. Menemani suka duka nya selama ini. Lagi dan lagi ia mendesah kasar. Kenapa ia tak bisa membuka hati nya pada sasori, membiarkan pemuda itu menjaga dan melindungi nya sebagaimana seseorang melindungi kekasih nya? Kenapa ia justru menutup hatinya dan berharap pada sasuke? Ia menunduk kan kepalanya, menahan tangisannya.
‘Mungkin ini yang sasuke rasakan saat bersama ku slama ini’ pikir sakura. Jika dulu, ia yang berada di posisi Sasori, yang bertahan untuk tetap bersama seseorang yang dicintainnya, sedang kan seseorang tersebut justru memikirkan orang lain dari masa lalunya. Tapi sekarang? Ia yang berada di posisi sasuke saat itu. Ia tau pasti bagaimana posisi sasori saat ini.
“Sakura…..”  panggil Sasori.
“pergilah sasori……” lirih sakura
“Apa?”
“Pergilah”
“ka-kau bicara apa?”
“aku tak ingin memberi harapan palsu padamu. Aku tak ingin menyakiti mu” sasori diam, menungggu Sakura melanjutkan kata-katanya.
“jangan berharap banyak padaku sasori, aku bahkan tak tau, sampai kapan aku akan bertahan dengan rasa ini, rasa yang sangat menyiksaku ini…” sasori menghela nafasnya berat. Ia meraih kedua tangan sakura lembut. dan menggenggam nya erat.
“aku tak peduli” ujarnya, tangan kanan nya bergerak menghapus air mata sakura.sedangkan tangan kirinya masih menggenggam tangan kiri sakura erat.
“aku akan menunggu sampai kau benar-benar membuka hatimu. Aku tau, itu takkan mudah sakura. Tapi aku yakin kau bisa” lanjut sasori.
“bagaimana jika aku tak bisa?” Tanya sakura, sasori tersenyum miris.
“Setidaknya kau masih disamping ku. Menjadi sahabat mu saja itu sudah cukup untukku. Kau tau, jika ada satu hal yang dapat membuat mu bahagia dan tersenyum, aku takkan membiarkan hal itu pergi. Sekali pun aku akan mengorbankan diriku sendiri”
“Kau berlebihan!” ujar sakura menghapus sisa airmata nya.
“aku serius!” ujar Sasori. Sakura memutar bola matanya.
“Bukan kah itu yang kau lakukan untuk sasuke?” ujar sasori.
“Hey! Tau darimana kau?” Tanya sakura mendadak tak terima, bagaimana bisa pemuda ini tau. Pikirnya
“Maaf kan aku sakura, aku tak sengaja membaca diary mu”
“AAPPPPPAAAAAAAAAA?” Histeris Sakura.
“Ka-Kau membaca nya? Ba-bagaimana bisa? SASORI kau menyebalkan!!! Apa saja yang sudah kau baca????” Sakura memukul-mukul lengan sasori berberapa kali. Sedangkan sasori, pemuda itu terlihat tertawa terbahak-bahak melihat sikap sakura.
“sakura, Hey! Percuma saja kau memukul ku seperti itu! Aku sama sekali tak merasakan apa-apa cantik!” seru sasori di sela tawa nya. Sakura menghentikan aktivitasnya, sadar kalau pukulannya tak berati apa-apa. Mungkin menurutnya pukulan itu sudah kuat, tapi bagaimana dengan sasori? Aish.
Sakura mencerucutkan bibirnya kesal,
“hey! Wajah mu terlihat sangat cantik jika seperti itu” ledek sasori. Sakura menatap sasori kesal dan tajam.
“Baiklah, Kau mau tau, apa saja yang aku baca?”
“Apa?” Tanya sakura cepat.
“tidak banyak”
“Apa?” desak sakura tak sabar, sasori terkekeh
“Hanya kau masih mencintainya”
“itu saja?” Tanya sakura heran
“Tidak! Aku juga membaca bahwa kau mencintaiku”
“Hah?” kaget sakura. ‘siapa yang menulis itu?’ pikirnya bingung
“Kau! Di dalam mimpiku” seperti dapat membaca pikiran sakura, sasori menjawabnya dan kemudian tertawa, sedangkan  sakura yang sadar bahwa sasori mempermainkannya, membuatnya mau tak mau ikut tertawa. Ia sedikit terhibur dengan hadir nya Sasori disampingnya. Meskipun itu tak membuat nya dapat melupakan sasuke, tapi, ini lebih dari cukup untuknya. Semoga saja…

--------------------------------------------------------------
Huaaaahhh, Chapter 2! Gimana?
Makin nggak jelas ato aneh?
-_-
Ah! Terserah lah soal itu!
Yang pasti, liat tanggal diatas!

Kamis, 01 januari 2015

2015 Coy!
Udah tahun baru ini!!! -_-
*Kayaknya gue makin nggak jelas deh*
Nah, wish the best lah buat tahun ini, Bismillah... :)
Eh iya, gue juga turut berduka cita, soal pesawat AirAsia yang hilang itu, yaaaaa semoga diterima lah, semua amal ibadah nya, keluarga yang di tinggal kan juga diberi ketabahan :) amin!! #PrayForAirAsia
Meski pun gue nggak dan sama sekali nggak kenal satu pun diantara mereka, tapi gue juga prihatin,
Ya, maka dari itu,
Wish the best lah....
Semoga setelah ini, semuanya akan baik-baik aja!
Keep Strong, :) guys!
Dan jangan lupa, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan,
Allah nggak mungkin memberikan ujian/cobaan pada kita nya melebihi batas kemampuan kita sendiri!
Hal-hal pahit yang slama ini kita jalanin itu membuat kita menjadi lebih kuat sekarang (*ini nggak jelas | tapi serius!*)

Daaaahh, gue pamit! (Salam hormat (?))
Byyy!!!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...