Skip to main content

Yang Tak Terlewatkan

Dia yang ada bersamamu hari ini, belum tentu bersama mu esok.
Dia yang tertawa denganmu pagi ini, mungkin akan membuatmu menangis keras petang nanti.
Dia yang memberimu kabar baik saat ini, akan membawa kabar buruk setelahnya.
Aku tidak menakuti siapapun. Aku menceritakan ketakutanku yang telah terjadi. Tulisan ini bukan apa-apa, hanya sekedar pengingat diriku tentang rasa sakitku.

Pada waktu yang sama,
Pada jam, menit, dan detik yang sama.
Perasaan yang ingin meluap bersamaan dengan dentuman kembang api diatas langit telah berubah menjadi tangisan tanpa suara.
Senyum lebar dan mata yang berbinar melihat warna-warni letupan di atas langit pun telah hilang.
Tidak ada rasa bahagia, tidak ada lagi rasa yang menggebu ketika bunyi terompet dan dentuman langit terdengar keras menyambut pergantian tahun.
Yang ada hanya kerinduan, penyesalan yang menyedihkan.
Rasa sakit, kepahitan, kerinduan, betapa menyiksanya perpaduan rasa ini.

Tidak pernah ada perayaan, atau acara khusus setiap tahun di keluarga kami.
Yang kami lakukan adalah tidur, terbangun di tengah Malam ketika suara dentuman itu mulai terdengar. Lalu Aku akan dengan senang hatinya berlari keluar rumah untuk melihat letupan itu di atas langit. Aku akan menunggu hingga letupan terakhir, setelah itu Aku akan masuk dan mengawali setiap tahun dengan melihatnya yang meminta ku tidur.

Dia adalah ayah.

Ketika aku menulis kata Ayah pada laman ini, bukan berati aku mengabaikan ibuku.
Ketika Aku menceritakan ayahku, ibuku tahu bahwa aku sedang membicarakan pria yang mencintainya.
Ketika aku menceritakan ayahku, ibuku tahu bahwa hal itu adalah ungkapan cinta putrinya untuk pria yang ia cintai.

Hal sederhana seperti menonton kembang api di depan rumah pun menjadi besar artinya ketika kudapati Aku tak dapat menemui nya lagi untuk menceritakan bagaimana indahnya langit yang sedang di penuhi warna itu. Aku tak dapat melihat tawanya lagi, tak dapat melihat senyumnya lagi.

"Sudah, tidur num" Kata itu pun sudah takkan terdengar lagi mulai tahun ini dan seterusnya.

31 Desember, 2018.
Hanum.

Comments

Popular posts from this blog

That Should be Me #Chap.1 ~ARGHHSSSS~

    “Hey! Sasuke!!!” panggil seseorang dari belakang. Sasuke menoleh, mendapati Sasori yang tampak berlari santai ke arahnya.     “Ada apa?” Tanya Sasuke     “Kau melihat Sakura?” Tanya Sasori balik. Sasuke mengernyitkan dahinya.     “Tidak. Bukan kah dia bersama mu?” Sasori menggeleng pelan sembari melihat kearah sekelilingnya.     “Sekitar 15 menit yang lalu, dia menghilang” ujar sasori.     “Maksud mu?” Tanya sasuke Khawatir. Tidak dapat di pungkiri, bahwa pemuda tampan itu sangat mengkhawatir kan Sakura, Gadis Cantik yang Sempat menjadi Gadisnya. Gadis yang satu-satu nya menduduki Tahta yang tertinggi di relung Hatinya.     “Sebelumnya kami memang bersama, tapi ketika aku meninggalkan nya untuk menemui Guru Kakashi yang memanggilku. Setelah aku kembali, ia sudah tidak ada, dia menghilang. Aku suda...

That should be Me #Chap. 3 ~ Ckk ~

Sasuke mengepal tangan nya kuat, rahang nya mengeras, ia menahan emosinya yang sedari tadi meledak-ledak. pertama, ia melihat sasori dan sakura, gadis tercintanya itu pergi ke puncak ketinggian KHS, tempat yang menjadi favorite nya dengan sakura. kedua, sasori mengenggam tangan gadis 'nya' itu dengan kuat. ketiga, Sasori menghapus airmata gadis cantik itu. Arghs! ia mendesah kasar! itu tugas nya! ia yang harusnya menghapus airmata sakura, bukan Sasori!!! tapi saat ini, ia justru menjadi orang yang menyebabkan gadis itu menangis. aish. dan yang terakhir , sasori lah orang yang membuat gadis cantik itu tertawa. BUGH ia memukul keras tembok yang berada tepat di sampingnya, dengan langkah gusar ia berjalan menjauhi dan meninggalkan tempat itu. Ia marah, kesal, sakit hati. ia tidak suka jika sakura bersama orang lain. tidak akan pernah suka. tapi ia tak bisa berbuat apa-apa untuk sekarang ini, ia hanya bisa diam menatap gadis itu penuh harap. berharap ada satu kesempatan lagi...

When You're not Here (one Shoot Please, Staying for me)

         Malam Semakin larut, Desiran Angin malam yang dingin, terasa begitu menusuk. Aku melirik sebentar kearah Jam tangan Silverku, arloji itu menunjukkan tepat pada pukul 09.35. Huft! Aku menghela nafas ku berat.'Acara di sekolah pasti sudah selesai’ pikir ku. Yap! Tentu bisa ditebak, KHS sedang mengadakan acara Pensi Tahunan, Seperti tahun tahun sebelumnya. Dan aku? Seharus nya aku masih disana, atau minimal sekitar sana. Tapi kenyataannya, aku sudah pergi sejak 1 jam lebih yang lalu. Yaa, lagi pula tak ada lagi alasan untuk ku tetap berada disana,tak ada yang menahan ku juga kan?            Aku menarik nafas ku dalam, Kaki ku melangkah pelan tanpa arah. Ntah lah, Aku Lelah. Ingin rasanya Aku tertidur dan bermimpi indah sekarang. Namun hati ku menolak untuk segera pulang kerumah, aku tidak ingin pulang dalam keadaan berantakan seperti ini, aku juga ingin menjernihkan pikiran ku sekarang...